House of Cards: Sinetronnya Orang Amerika Yang Bikin Mikir.

Saya sih nggak bilang kalau sinetron Indonesia sekarang jelek, tapi jelek banget. Tapi tidak apa-apa tetap itu adalah industri yang menyerap banyak lapangan kerja, membantu perkembangan ekonomi bangsa. Ya sayanya saja yang tidak minat menonton, selera.

Baiklah ini ada sinetron orang Amerika judulnya House of Cards. Ya bukan berarti segala yang berhubungan dengan Amerika kesannya bagus semua. Tapi kalau ada yang bagus ya di akui lah. Inti cerita yang saya tangkap dari sinteron ini adalah tentang politik di Amerika, permainan.

Semua kita sepertinya terlahir hijau. Begitu saja tertawa, begitu transparan sampai kita mengenal permainan ini, politik. Sinetron ini menjadi menarik karena saya merasa pernah bersinggungan dengan orang tertentu yang juga memainkan permianan ini, menduga. Ada suatu episode dalam hidup saya yang saya menduga saya telah “digunakan”. Saat hal ini terjadi saya merasa sangat bodoh, hijau, jangankan untuk melawan bahkan untuk menyadarinya pun otak saya gak sampai.

Sampai seorang teman memberi sedikit nasihat bahwa saya sudah “digunakan”. Namun demikian saat ini semua baik-baik saja. Bahkan saya sama sekali tidak ada masalah. Water under the bridge. Intinya adalah dimana ada niat maka akan dicari cara untuk meraihnya. Tidak ada yang mutlak benar atau salah. Yang ada adalah berguna atau tidak berguna untuk mencapai tujuan. Belakang saya kenal istilah “pragmatism”.

Kejam terlihat, terdengar, dan terasa tapi efektif.Politik. Tidak harus masuk partai politik untuk menyaksikan secara langsung permainan ini. Dimana mana ada. Tidak ada teman, tulus membantu, Itu suatu saat akan digunakan jika waktunya sudah pas, dibutuhkan, dan penting untuk sebuah tujuan. Tak apa kawan itu sudah jalan yang dipilih oleh orang-orang yang bermain permainan ini. Seperti yang diajarkan selalu kepada kita, prasangka baik itu tetap diutamkan. Karena percuma saja menampung terlalu banyak energi negatif dalam diri kita. Itu hanya akan mengundang banyak hal negatif lainnya datang kepada kita.

Tonton deh sintron ini, siapa tahu bisa memberi pengetahuan. Sedikit saja tidak apa karena kemajuan kecerdasan itukan memang pelan-pelan prosesnya. Sepertinya sangat cocok untuk kita-kita yang baru masuk dunia kerja. Dunia yang orang sebut sebagai hidup sebenarnya. Siapa tahu malah bisa sampai ada yang mempraktekannya. Karena seharusnya setiap orang di dunia kerja itu punya tujuan, target dan ambisi. Tinggal bagaimana mengusakan tujuan itu tercapai. Pragmatism bisa jadi salah satu pilihan.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s