Guru Adalah Artis Sekaligus Hakim-Bagian 1

 

Ada kesamaan antara Artis dan Guru. Meski keduanya merupakan profesi yang jauh berbeda dalam hal penghasilan yang didapat, ya kan ya?, namun prinsip kerja keduanya ada yang sama.

Menurut KBBI:

artis/ar·tis/ n ahli seni; seniman, seniwati (seperti penyanyi, pemain film, pelukis, pemain drama);

guru/gu·ru/ n orang yang pekerjaannya (mata pencahariannya, profesinya) mengajar;– kencing berdiri, murid kencing berlari, pb kelakuan murid (orang bawahan) selalu mencontoh guru (orang atasannya);

Berdasar definisi diatas, Artis bisa saja adalah seorang pelukis, seorang pemain peran, penyanyi atau semua mereka yang membuat karya seni. Sedangkan guru adalah mereka yang pekerjaannya mengajar baik mengajar di kelas maupun yang mengajar di mana saja. Kesamaan yang paling utama antara kedua profesi ini menurut saya adalah: keduanya sama-sama sebagai penampil dan sebagai pusat perhatian. Sebagai penampil seorang artis memiliki gayanya masing-masing begitu juga guru. Guru memiliki karakter masing-masing. Setiap artis memiliki gaya ekspresi sendiri-sendiri ada yang gaya natural, gaya rok, gaya dangdut, ekstrimis dan lainnya. Guru Juga demikian, ada bermacam-macam. Semua karakter akan membawa pengaruh sendiri-sendiri kepada penonton atau siswa.

Itulah kesamaan keduanya. Namun sayang banyak guru tidak menghayati profesinya. Jika diandaikan seorang artis akan mengadakan konser maka ia akan menyiapkan begitu serius konsep penampilan, panggung, tata cahaya, alur acara dan lainnya.Konser-nya guru adalah saat ia berdiri di depan siswa-siswanya di dalam kelas. Maka seharusnya jika guru benar-benar menghayati profesinya maka guru akan membuat konsernya berkesan.Harus setingkat itulah persiapan yang dilakukan. Seharusnya seperti itulah sudut pandang yang harus di pakai oleh setiap guru. Semuanya sudah dalam skenario yang disiapkan rapih lengkap dengan semua perlengakpan yang dibutuhkan. Sungguh berat bukan? mengingat berarti guru itu konsernya setiap hari. Guru itu seperti artis sinteron stripping.

Sibuk sekali bukan? memang iya. Apalagi siswa-siswa jaman sekarang itu…..Bagaimana ya mendeskripsikannya yang benar. Yang jelas mereka memang cenderung tidak nyaman dengan gaya mengajar yang guru hanya menjelaskan/ceramah.Pemerintah juga menerbitkan kurikukum yang serba siswa menemukan sendiri, siswa aktif, dan kontekstual. Nah loh. Murid dikelas saya, setiap kali saya masuk kelas, biasanya langsung bertanya:

” Pak hari ini kita ngapain?”

Jelas sekali disini murid berharap guru sudah merencakan pembelajaran yang asik dan cetar.Kadang saya cuma menjawab ke siswa:

“Pokoknya hari ini kalian akan jadi lebih pinter sedikitlah”

Pertunjukan artis yang asik dan cetar adalah yang karya seninya bisa dinikmati, lukisannya bagus, suaranya bagus, atau lainnya. Nah guru itu yang ditampilkan bukan karya seni tapi ilmu, Ilmu yang sekilas cuma bikin pusing, rumit, dan kebanyakan gak akan digunakan langsung dalam kehidupan siswa. Meski begitu guru harus membuat ilmu ini bisa menjadi “barang” yang mengheran-herankan, luar biasa, dan berkesan mendalam bagi siswa. Well, again this is not an easy job.

Nah untuk itulah baiknya rekan-rekan guru sama sama menyadari bahwa pilihan anda semua menjadi guru itu membawa konsekuensi yang berat. Harus kita pahami bahwa guru itu pekerjaan yang serius dan kita harus menghayatinya. Guru itu harus memiliki energi yang besar dan gak habis-habis karena guru bak artis sinetron ganteng-ganteng srigala, setiap hari tayang.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s