Menanggapi isi pesan teman ( dalam sebuah grup online)

Artikel ini saya tulisan sebagai tanggapan atas pertanyaan seorang teman di sebuah grup online. Saya dalam hal ini tidak menjawab pertanyaan tersebut melainkan memberi tanggapan saja.

berikut ini adalah screenshot pesan teman saya:

 

Screenshot_2014-03-25-08-43-21

Rasanya sudah sangat sering kita menerima informasi semacam ini. kita kadang menyebutnya pesan broadcast. Banyak dari kita, setelah menerima pesan semacam ini spontan mengamini, lalu berterimakasih kepada pemberi pesan karena kita sudah diberi pelajaran berharga, dan akhirnya meneruskannya ke semua celah media online yang kita punya. Begitu seterusnya aliran infromasi meyebar dengan cepat.

sebagai contoh di bawah ini ada pesan serupa dari teman saya yang lain dalam bentuk posting di Facebook?

New Picture

Posting ini mendapat 9 jempol. komentar di bawahnya pun terlihat mengapresiasi. Dalam hal ini saya jadi teringat bagian latar belakang tugas akir saya waktu dulu S1 ( doakan bisa segera lanjut s2). Saya menuliskan pentingnya berpikir dulu sebelum akhirnya percaya pada suatu hal. Kira-kira secara mudah itulah yang disebut berpikir kritis. Kemampuan berpikir kritis ini begitu penting di masa informasi. Kedengaranya keren bukan skripsi saya ini. hehee. Tapi kita tidak akan membahas skripsi saya disini. Ini lah yang saya ingin sampaikan. Memang kedengarnya, secara sekilas, pesan-pesan seperti ini masuk akal. Pakai bawa bawa asam karbonat-lah, alzheimer, pori-pori dan lainya.  Akibatnya, seringkali, kebanyakan dari kita langsung percaya dan meneruskannya. yang terjadi selanjutnya kita jadi bagian dari orang yang mencuatkan informasi yang kita sediri belum menelaahnya, bisalah dibilang infrosmasi yang belum tentu benar.

Ada lagi tipe orang yang agak aneh. Saya bilang aneh karena orang ini meneruskan pesan broadcast tadi dengan catatan dibawahnya ” saya cuma copy paste“. Mungkin orang jenis ini, mau main aman. Siapa orang ini? saya dong juga pernah. hehehe. Waktu itu kisah saya agak memalukan. Saya ikut menyebarkan pesan “hoax” tentang tawaran nikah masal gratis. Ada teman saya yang memang sedang berencana melaksanakan pernikahan langsung menghubungi saya dalam “private chat“. Pada saat yang bersamaan ada teman saya yang lain menyebar pesan di grup lain lagi kalau berita itu hoax beserta bukti-buktinya. Aduh saya malunya minta ampun. Selanjutnya saya jadi lebih berhati-hati dalam menanggapai pesan-pesan macam ini.

Memang secara standar, kalau memang kita mau menyebarkan infromasi tersebut, ya saran saya lakukan dulu pengecekan, atau study pustaka. Jadi dalam hal ini kita benar-beanr mencari sendiri kebenaran bagian-bagian dari yang disampaikan.Ya memang agak repot seh. Tapi memang ini adalah bentuk tanggung jawab kita akan apa yang kita katakan- dalam hal ini kita katakan sebagai pesan di media online-. Ada juga sebenarnya cara lain, kita lihat saja sumbernya. kalau kira-kira disebutkan nama pihak tertentu, kita tinggal cek saja. Namun apabila tidak ada sama sekali sumber yang tertera. Ah sudahlah ini indikasi berat hoax. Nah teman teman semuanya marilah lebih berhati-hati dalam mempercayai infromasi yang kita terima.

Sebagai penutup, ini saya salinkan artikel menarik dari teman saya:

1922250_10203387351912927_620658647_n

HATI-HATI BAGI PENGGEMAR TELUR AYAM
[Wajib Dibaca]
Seperti dilaporkan Mailonline, para peneliti baru-baru ini melaporkan tentang bahaya konsentrat pada pakan ayam, yang terkandung dalam telurnya.
Tim peneliti yang terdiri dari para ilmuan dari universitas di Sheffield dan Warwick menggunakan subjek berupa ratusan kucing yang diberi makan berupa telur ayam berkonsentrat.
Hasilnya sungguh mencengangkan. Tidak satu pun dari kucing-kucing tersebut tertarik untuk memakannya. Rupanya selain dapat mendeteksi adanya formalin dalam makanan, kucing juga dapat mendeteksi konsentrat dalam telur ayam.
Penelitian ini membawa Dr. Douglass Freeman dari Departemen Teknik Material Universitas Steffield untuk membuktikan bahaya konsentrat yang ditambahkan dalam pakan ayam di negara-negara maju dan berkembang.
Menurutnya, konsentrat yang terkandung dalam telur ayam akibat penambahan bahan tersebut pada pakan ayam, dapat berakibat buruk pada perkembangan janin dan mengganggu pertumbuhan anak-anak serta dapat menyebabkan kerusakan otak.

Allahu akbar!

Sebarkan artikel ini jika anda menyayangi keluarga anda.

***

Anda tidak percaya dengan artikel di atas?
BAGUS!
Karena itu adalah berita HOAX yang SAYA BUAT SENDIRI. :))
See…? Betapa mudahnya berita HOAX semacam ini dibuat, untuk berbagai tujuan (dari mulai iseng, sampai untuk meraup ‘like’ dan ‘komentar’ sebanyak-banyaknya).
Penjelasannya:
1. Tim peneliti yg disebutkan di atas, tidak pernah membuat penelitian tentang ini (kikikikik…)
2. Kucing emangnya dapat mendeteksi konsentrat…? Kasian amat si kucing jd alat detektor di muka bumi😄
3. Dr. Douglass Freeman itu siapa?! Saya juga tidak kenal. Dia tokoh fiktif karangan saya. (wkwkwk…)
3. Konsentrat bisa menghambat pertumbuhan, kerusakan otak, dll, itu juga ngaraaang…! (guling-guling)
4. Tidak ada satu paragraf pun yang berisi informasi yang benar. Semuanya karangan belaka :))
5. Itu foto kucing di depan halaman saya, sedang makan telur bareng Faqih. Dan si kucing doyan2 aja tuh
:))

 

(coped from: mas Dahlil)


2 thoughts on “Menanggapi isi pesan teman ( dalam sebuah grup online)

  1. Hai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang fasik membawa suatu berita, maka periksalah dengan teliti agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yang menyebabkan kamu menyesal atas perbuatanmu itu. (Al-Hujarat: 6)

    1. kalo sumbernya sudah al-quran, kita sama sekali tidak boleh ragu ya kawan. hehehe

      anyway, pin ada gak kisah atau hadits mungkin atau apa gitu yang membahas tentang menghubungkan perintah agama dengan penjelasan ilmiah? maksud gw, gw kok agak curiga kalau logika kita memang kadang tidak mampu mencapai hal-hal semacam itu. Bener gak kalo cukuplah kita dengan ” kami mendengar dan kami taat”
      – mohon penjelasannya pak-

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s