PPL has been closed

segala kegilaan PPL selama enam bulan berakhir juga. Pas di hari terakhir gw disekolah, untuk yang terakhir kalinya langkah gw di sekolah, dan saat semua kisah gw ditutup seiring gw tutup pintu gerbang belakang sekolah, gw pulang.

Langkah gw menjauh, memunggungi semua kisah enam bulan PPL. Besok gak akan lagi jalan jalan ini gw lalui sebagaimana setiap pagi selama enam bulan yang lalu, besok gw gak akan lagi beradu kasih dengan murid-murid. Ya terdengar lebai seh.  Tapi Pada kenyataanya, kita sering tidak menyadari betapa kasih sayang sudah tumbuh. Yang kita alami setiap hari perlahan menyelip dalam sela sela ruang kasih sayang kita, mewarnai ruangan itu dan akhirnya meninggalakan cerita.  Tapi di PPL ini gw merasa ada kecurangan. Curang karena tiba-tiba kita menjadi kelauarga, menjadisangta akrab dan tiba-tiba pula ini harus diakhiri. Putus begitu saja seolah tidak pernah terjadi sesuatu. Gw selanjutnya berjalan sendiri begitu juga mereka. Ini merupakan bentuk kasih sayang yang paling aneh. bahkan gw mulai meanalogkan kisah PPL seperti kisah cinta satu malam. 

walau satu malam akan selalu kukenang sepanjang hidupku…..

ya begitulah kira-kira. Sempat seh agak ada rasa sesek pas mereka, para murid, menyalami di langkah-langkah terakhir gw dilorong sekolah.

” Pak makasih ya”

“Pak balik lagi ya”

” Pak maksih ya”

” pak jangan lupa ama kita-kita”

“pak makasih ya”

” pak maafin kami yaa bandel’

Serentetan kata-kata ajaib yang mampu mempersempit rongga nafas gw, sesak.

gw memang tidak mendapat cenderamata materil seperti teman teman gw pada umumnya. Diantara temen-temen gw ada yng di hadiahi jam tangan, makanan dan lainya. Gw gak mendapat itu. yang gw dapat hanyalah selembar kertas hijau yang berjudulkan terimakasih pak krisna. kertas itu dipenuhi pesan berikut tanda tangan tiap siswa. Dari yang pesanya melankolis seperti :

“kesalahan pak krisna adalah meninggalkan kami disemester dua”

sampai yang berupa pesan sinting seperti:

” pak jangan lupa mandi”

“pak surga ditelapak kaki ibu pak..”

hahhhh…. tetap saja sampai sekarang gw masih terus dan terus baca pesan-pesan itu berulang kali.

dan terakhir yang membuat gw sesak adalah melihat foto diatas. ada sihir sepertinya atau entahlah.

Setelah PPL berakhir gw semakin menyadari bahwa manusia begitu mudah berbagi kasih sayang, begitu mudah menumbuhkan kasih sayang.

——–

untuk para murid yang telah berhasil dengan sangat sukses menyelipkan sayang dihati, guru-guru yang menjadi teman, mboke kantin, pakde mie ayam, mas es teh, pak ahmad, bude perpus, bu rini, tentu saja rekan rekan PPL yang sintingnya sudah stadium empat TERIMAKSIH, deasukrisna makin yakin dengan adanya kasih sayang didunia ini.


4 thoughts on “PPL has been closed

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s