Bapak itu….. Anak itu, begitu menyentuh.(sketsa di pagi hari)

Hampir setiap pagi gw  memilih jalan kaki untuk jalan kesekolah tempat gw PPL. yah, tapi ini kalo gw gak kesiangan bangunnya. Kalo kesiangan, demi ketepatan waktu sampai disekolah, gw memilih bajaj.Jalan pagi itu sebenarnya enak, sejuk, udaranya sedikit lebih seger dan yang terakhir ini adalah yang mau gw ceritain, ada sketsa khas pagi hari. Dan yang paling membuat gw terennyuh salah satunya adalah ini.

Di belakang SMA tempat gw PPL ada sebuah SMP. Sewajarnya sekolah lain, tiap pagi para orang tua rame mengantarkan anaknya. Ada yang pake nisan grand livina, avanza, inova, xenia, honda jazz ,fortuner atau pajero sport.  ada juga yang pake motor sekelas mio, supraX, tiger dan lainya. Nah ada seorang bapak, ditengah kemewahan itu yang mengantar anaknya dengan menggunakan sepeda, atau baiklah itu adalah sepeda yang tergolong butut.

Si Bapak ini memilih waktu sedikit lebih pagi dari siswa yang lain.Sebelum ramai sekali, tapi ya sudah ada juga yang nganter, bapak ini sudah sampai depan sekolah. Yang paling membuat gw terenyuh adalah, adegan bersalamanya anak bapak ini.

  • si anak turun dari sepeda, si bapak membenarkan letak tasnya yang baik baik saja, menepuk nepuk punggung sianak, sianak menatap bapaknya lalu meraih tangan sibapak,sianak mencium tangan bapaknya dan tatapan si bapak sungguh terlihat tulus, penuh doa dan sangat hangat. entah ini hanya kelebaian gw belaka atau memang … entalah. bahkan gw merasa sepertinya, sembari tanganya disalami, berucap dalam batin, “nak belajarlah yang giat, bapakmu ikhlas mengusahakan sesulit apapun biayanya, pokoknya kamu sekolah sekolah yang rajin. bapak meridhoimu. sana masuk kelas.
Adega itu beneran sesuatu banget. Cuma karena kejadianya pagi pagi banget, gw sering ketinggalan adegan ini.
Buat bapak ku dikampung, terimaksih atas semuanya……

4 thoughts on “Bapak itu….. Anak itu, begitu menyentuh.(sketsa di pagi hari)

  1. Saya terharu sekali membaca ketika si anak menatap bapaknya lalu meraih tangan sibapak,sianak mencium tangan bapaknya dan tatapan si bapak sungguh terlihat tulus, penuh doa dan sangat hangat. mengapa kita yang diberikan kecukupan rizki masih saja menyia-nyiakannya?
    Salam persahabatan mas.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s