47- sakit jiwa tak berkesudahan-

“hai bos,kenapa hari ini?”

“hemmh,ayo 47 isi ulang tenaga ku”

“ok ok bos, tapi cerita dulu lah bos sama aku”

“ah bisalah si dosen ngasih tugas g kira-kira, deadline majalah kampus makin deket dan yang paling menyebalkan adalah gajian diundur”

“tenang bos masih ada aku, 46, 48 dan 63”

“kalian memang the best dah.jagonya buat recharge.kalianlah bulir-bulir energi harian ku”

“iya bos.tapi ngomong-ngomong kapan kami akan di delete neh dari inbox mu?kami udah terlalu tua bos.”

“never”

“ampun dah punya bos sinting kayak gini.tapi ya sudah lah,kami selalu siap melayani kelainan jiwa mu ini bos.kami siap walau kadang kami kasian sama bos yang penyakit jiwanya kian hari kian angkut.aku sarankan bos segera pastikan hubunganmu sama pemilik no hp yang mengirim ku ke hpmu ini”

“apa? ah tidak-tidak.berhenti kau sok tau begitu.cukuplah seperti ini saja”

“yah terserah si bos sajalah”

begitulah si bos kami yang malang.nasibnya sudah tidak berbeda dengan jalanan jakarta saat jam kerja,macet.iya, hidupnya macet, hatinya macet sama makhluk adam antah berantah dan tak pernah bergerak kemana-mana,diam disitu saja.sudah lama sekali dy sakit jiwa begini. berulang kali membuka dan membaca kami.padahal kami sendiri mengakui bahwa isi dari kami tak lain hanya balasan alakadarnya dari sms basa basi yang bos kirim buat dia.benar-benar tak ada kata indah apalagi romantis.si 46 cuma berisi “sudah”.si 48 juga cuma berisi” he he he” apalagi 63 dia berisi tak lebih dari 2 karakter yaitu “ya”.sedangkan aku,47, memang berisi lebih banyak karakter namun tetap saja jauh dari apa yang orang bilang sebagai kata romantis.

—kenapa ganti no?jadi mau ke depok g?—–

setiap kali aku minta delete si bos selalu berkilah untuk tetap mempertahankan kami semua.menurutnya kami tak beda dengan amunisi bagi pasukan perang,bagai oksigen bagi manusia sesak napas,bagai kolak bagi orang yang mau buka puasa,bagai internet yang menawarkan banyak hal yang asik, tak ubah nya listrik bagi jakarta dan yang pasti kami sudah seperti heroin yang mencandu hidupnya untuk membuka dan membaca kami.persis seperti heroin,kami bisa memberi banyak efek positif seperti peryaca diri dan semangat sesaat setelah si bos membaca ulang kami.dan makin mirip saja dengan heroin,orang yang mengkonsumsi sebenarnya adalah sakit parah begitu juga denagn bos.ia sebenarnya sakit.kasian sekali dy sepert ini.entah setan mana yang mampir dan mengacak-acak pikiran warasnya.ini bukanlah kisah sembarang.aku saja sampai pusing memikirkanya.tak kurang ribuan ide ku keluarkan untuk menyadarkan bos tapi ya begitulah si bos dengan tegas bilang kalo ia akan begini saja terus.kasian sekali dia.

mugnkin beginilah kodrat wanita.hak suaranya minim.yang dilakuaknya hanya menunggu saja sampai tawaran kesetiaan nemplok di hatinya.sebelum tawaran itu terlontar ia lebih baik diam saja meski sudah jelas rasa itu tumbuh menggerogoti tingkat kewarasan si wanita.kejam sekali laki-laki itu.pemilik no hp yang mengerimku kesini menggantungkan semuanya begitu saja persih baju kotor di balik pintukamar kost.aneh bukan kepalang pria macam ia.padahal yang dibutuhkan si bos cuma kepastian.sampai gila dia menunggu kepastian itu.ya jadilah dia seperti sekarang.

“hai 47,46, 48 dan 63.selamat pagi semua?”

si boss pagi ini tampak senang sekali.senyum melulu.saat memakai bedak senyum, saat menyisir rambut senyum, saat memakai lipstik senyum daan itulah yang menyebabkan lipstiknya sempat mbleber.ah ada kebahagiaan tak tertampung gelas jiwanya hingga menyeruak luber kemana mana. ada apa gerangan ini.

“hai bos pagi ini mu keamna?” kata 63

“pasti mau ke kampus ya bos?” sela 48

“ah bukan-bukan hari ini kan bos jadwalnya ke gramedia” 46 mulia sok tau

“sok tau kamu 46”

“trus kemana dong bos?” tanya ku

‘hari ini aku mau ketemu narasumber buat artikel bulanan majalah”

‘oo gt, gmna denga si cowok gaul pujaan hati mu itu bos?” si 63 mulai cari masalah dah pagi pagi.

“tau tuh dia tetep aja begitu.eh kalian g usah ikut ya.aku malas bw hp gede ini.aku mau bawa hp yang cdma aja”

yah si bos gitu sih” aku mengiba

“sudah kalian disini saja”

“oke dah bos ,kalo 63 sih nurut kata bos aja”

‘dasar kau 63 penjilat”

“apa kau 47?suka suka aku ye”

“ah sudah-sudah,kok malah ribut.aku mau berangkat dulu”

kami berempat sering bertengkar memang.kami selalu mempermasalahkan tentang siapa diantara kami yang paling disayang oleh bos.sama seperti bos agaknya kami juga sinting.memang sudah hukum alam mungkin ya.siapa saja yang melayani orang penaykit gila macam bos dia pastilah sakit jiwa juga.sampai jambak jambakan rambut kami ini untuk memepertahankan argumen untuk menunjukan bahwa salah satu dari kamilah yang paling disayang bos.bukanya sombong,hanya akulah yang paling malas meladeni mereka semua sebab aku yakin hanya akulah yang paling disayang si bos sebab jumlah karakter ku paling banyak diantara mereka.untung saja aku tak jadi manusia.kalo aku jadi manusia pastilah hiduku susah seperti bos.maka dalam hal ini cukuplah aku jadi text message saja.

kami memang biasa di tinggal di kamar seperti ini saat boss pergi.ia mungkin malu membawa kami keluar.dia mungkin khawatir akan ada orang yang membajak hapenya lalu membaca kami semua dan melihat tanggal pengiriman kami sudah setaun yang lalu.si pembajak pastilah langsung tau bahwa bos sudah lama sekali memiliki rasa yang besar pada cowok gaul pengirim kami semua ini ke hp bos dan sampai sekarang bos kesulitan untuk mengendapkan rasa itu.

——

“loh sudah pulang?” sapa ku

braakk!!! suara pintu kamar tertutup dengan tanaga dorong yang berlebihan dari normalnya hingga menciptakan energi momentum yang besar dan menghasilkan energi bunyi yang sangat keras.wah wah, ada yang tak beres ini sepertinya.semoga hanya karena efek emosi kemacetan jakarta di sore hari.kami berempat terdiam mencium gelagat tak beres dari bos.lalu aku memberanikan diri bertanya

“ada apa boss” si bos malah menghabur keranjang dan telungkup begitu saja.kudengar suara tangisan si bos.mulanya pelan lalu mulai terisa isak ia.

“bos,…”

ia lalu duduk di kursi rias.lekat ia pandangi bayangan wajahnya di cermin.airmata terus saja mengalir.

“kenapa aku ini 47?”

“boss…”

“kenapa nasibku ini?”

“iya boss, ada apa?apa tentang co gaul itu lagi?kurang ajar memang dia bos.kirim saja aku ke no nya bos dan siap siap kuledakan hpnya”

“aku susah begini karena nya.mengapa seolah dia mentari padahal dia bulan sabit di telan mendung.mengapa dia seolah burung merpati tapi ternyata tak lebih dari seekor prenjak.aku bahkan sudah tolol dibuatnya.aku mengunggu saja.mengaharap.dan bahagia dengan harapanya.saat aku sudah tak berharap melainkan hanya menikmati sisa keindahanya,hanya menikmati dia dari kejauhan.dia seolah menawarkan mentari lagi padaku”

air mata bos tambah deras.sampai terisak isak ia coba menegakkan lagi wajahnya di cermin.bayangan wajahnya tampak tambah kacau.pipinya sudah basah,rambutnya awut awutan ada yang menempel di pipi,sedikit di mulut.

“sudahlah bos,lupakan saja lelaki itu.”

“mungkin memang setelah sekarang aku tau dia memang benar tak seperti yang kukira,aku harus menggurahnya dari pikiranku”

“aku mendukung rencana mu itu boss, sudah saatnya memang kau kembali ke keadaan normalkmu”

“ah tapi itu sulit 47.menggurahnya sama saja dengan memisahkan manusia dari oksigen,tak mungkin bisa.”

sambil menyeka air matanya lalu ia melanjutkan

“narasumberku tadi adalah dia.dari situ aku tau bahwa kisahku denganya sudah berakir bahkan sebelum dimulai.yang selama ini kuanggapa sebagai harapan mentari hanyalah sebuah ruangan kosong saja tanpa isi apa apa”

kasian sekali boss ku ini.pembuatan artikel bulanan majalahnya tentang profil calon ketua bem jurusanya telah membuka matanya tentang isi kepala cowok gaul pujaan hatinya itu.boss berkata pada ku dia akan egera melupakanya.tak peduli lagi , begitu katanya.bos bilang sudah tak ada lagi itu harapan, segala persaan , berdesirnya hati saat bertemu denagnya, sesaknya pikiran olehnya serta senyumnya yang menyeruak diatipa mimpi bos kini sudah di buang, di gelontorkan kesungai, begitu katanya.Tapi anehnya, bos tak kunjung menghapus kami semua.kami berempat tetap saja berada di hp buduknya.beberapa hari setelah kejadian wawancara itu, ia memang tak algi membuka dan membaca kami.namun setelah beberapa hari itu lewat, ia kembali lagi seperti dulu.menyapa kami dengan ramah tiap pagi, sepulang kerja atau kuliah, sebelum tidur atau kapanpun ia butuh suntikan energi dari kami.Aku benar benar tak paham dengan perilaku manusia.mereka sangat aneh.aku sendiri menebak bahwa manusia sendiri pastilah kebingungan dengan kesintingan akibat ulah perasaan suka.sudah jelas kemaren ia bilang kalu ia akan melupakanya tapi nyatanya,perilakunya tak demikian,tak ingin melupakanya.tapi ya sudahlah benang kisah si bos mungkin memang begini.sakit jiwa tak sembuh sembuh.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s