27 jam (IV)

Aku sendiri tak punya jawaban memuaskan bagi diriku sendri atas dua pertanyaan tadi.sebenarnya aku juga tak bisa mendeskripsikan gadis tadi kepadamu kawan,kecuali warna jilbabnya -abu abu- dan warna tasnya -ungu-.bukan hanya karena tak berani menatap tapi juga entah kenapa aku tak terlalu berminat.

Kini bus melewati jalan dengan rentetan tebing di kananya dan jurang dikirinya.selain itu jalan berkelok kelok tak karuan persis kaya hatinya seorang playboy.sudah jarang sekali rumah penduduk.hari sudah gelap saat bus sudah semakin dekat dengan waytuba,sebutan untuk simpang yg memisahkan jalanku nanti dari jalan lintas sumatra ini.wajah wajah penumpang tak terlihat lg olehku karena bus gelap tak berlampu.Tapi sepertinya mereka tidur.sementara yg lain tidur,aku sudah tak nafsu tidur.aku muak dengan tidur,sejak berangkat dari jakarta jam 7 malam,aku tidur berkali-kali,tak terhitung mungkin.maka dalam hal ini aku mau lihat bulan saja.mulanya ia serupa garis lebar dan pendek berwarna,apa ya, agak orange mungkin.bulan ganjen sekali malem ini.maksudku,sebentar dia ada di kananku,lalu sesaat kemudian di belakangku,lalu lenyap dan sebentar kemudian ada di depan ku.ah,ganjen sekali.atau mungkin bus ku yg ganjeng.entahlah.yg jelas keduanya memang sama sama bergerak.
Sekarang ia sebentuk bulat warnanya sudah lebih terang namun tetap agak orange dan di atasnya ada awan berbentuk segitiga.mirip sekali dengan pak tani pakai caping.indah sekali.Dulu aku,mbah,bulek,bude dan para kepanakan sering gelar tikar mengamati fenomena ini,padang bulan.lalu bulan hilang tapi sebentar kemudian ia tampak lagi.kali ini ia berbentuk bulat dengan awan di biwahnya sebentuk tangan.tangan kiri yang tampak menggengam bulan hingga hanya telunjuk dan ibu jari saja yg terlihat dari tangan kiri itu.sampai mengintip,menoleh kebelakang aku agar tetap bisa melihatnya saat bus mulai membelakanginya seblum akirnya hilang.kali ini bulan mengilang agak lama karena bus memasuki belukar dengan pohon cukup lebat.aku jd berpaling ke penumpang sampingku tadi,gadis berjilbab.andai saja ia asmirandah,apalagi saat terang bulan begini.dasar pikiran sinting
Ah,astaghfirlah.
Lupakan.
Bulan sudah nampak lagi,kali ini awan awan sudah minggat.tinggalah sekarang pesona bulan utuh yg tak tertutupi lg.Terang putih bersinar nya pasti mampu menggetarkan hati manusia waras manapun yg melihatnya.
Mahasuci allah zat yg mencptknya.aku jd ingat kalo malam ini adalah tgl 15 sya’ban.kata khotib kemaren,ditanggal ini rasul beribadah ekstra,rasul sujud solat anteng bgt,lama sekali sampai dikira meninggal.
“ada nilai tambah untuk ibadah di waktu ini” begitu kata khotib dengan menyebutkan sederetan hadits yang mendasarinya.

Sebagai info,aku lahir di dusun sidomakmur desa sukamaju kec.bahuga kab.waykanan lampung.tapi skrng nama desanya berubah jadi nuarmaju dan kec. Jd kecmatan bumiagung.itu semua akibt dari apa yg disebut pemekaran wilayah.
Memasuki jalanan bahuga,aku rasa sama saja dengan setaun lalu.jalan disini bisa membuat penumpang bis serasa dalam wahana 4 dimensi,kursinya goyang sono sini.pemandangan disini adalah rumah penduduk yg diselingi kebun karet dan sawit.kedua kebun ini adalah nafas ekonomi kami.banyak orang yg lebih memilih membelikan anak laki lakinya kebun karet dari pada membiayainya kuliah.ini memang di rasa lebh menjamin masa depan anak.bayangkan dengan 25 juta saja,selama 4 tahun sudah bisa menciptakan 1 hektar karet siap sadap dengan penghasilan 2-3 juta perbulan.kalo dikuliahkan?ah siapa yg berani menjamin meski di kuliah di universitas no wahid di negri ini.sedang yang perempuan,percanitk diri sajalah untuk menarik hati lelaki yg kebun karetnya luas.

Rute ku skrng,waytuba-pisangbaru-sukamaju -nuarmaju.maka aku kurang stngah jam lg sampai rumah.kecuali sesuatu terjadi.dan inilah sesuatu itu.

Gadis berjilbab tadi sudah lebh dulu turun di pisangbaru.aku dengan tak sabar menanti perjalananku ini berakir.sudah 24 jam aku dalam perjalanan.kuamati rumah rumah penduduk,dan..
Aku ini dimana?!!
Mengapa rumah rumah ini tampak asing.selepas sukamaju seharusnya bukan rumah rumah ini yg ada di pinggir jalan.
Jalanya kenapa jadi aspal halus?ah aku jd panik,karena tak tau ada dimana aku sekarang.aku lalu meminta untuk turun.

Itulah kesintingan orang panik.orang panik tak ubahnya laptop toshiba yang konslet akibat overheat,kecerdasan menguap dan akalnya minggat dengan perempuan lain.maka dalam hal ini,aku bukanya tanya dengan kenek tentang posisiku sekarang,lalu meminta rekomendasinya eh malah ngloyor begitu saja.baru ketika bus sudah berlalu dan melihat sekililing yg gelap,aku menyesali keputusanku barusan.

Aku mengamati sekitar.aku tak percya jika aku bisa tesesat dikampungku sendiri.aku mengingat ingat lg sekelilingku.suasana gelap karena rumah pnduduk agak jauh dari tempatku berdiri,angin mengejeku dan bulan juga ikut hilang,sepertinya dia terlibt dalam konspirasi ini.konspirasi alam untuk menyudutkanku menciptkan suasana seram.aku berjalan dan terus berusaha mengingat.jembatan dan tanjakan yg sebelah kananya ada balai desa.balai desa itu tak berlampu sama sekali.ajdilah dy bngunan tempat syuting sinetron mak lampir.lebih komplet lagi karena di belakang balai desa tadi ada kuburan.
Astaga,dosa apa yg kuperbuat tadi sampai-sampai aku bisa begini.

kuburan? ah iya aku jd ingat aku ada di mbuloh(huruf o dibaca seperti mebaca .
Berarti tadi selepas sukamaju bus belok kanan bukan lurus.kalo lurus pasti aku sekarang sudah cekikikan ama adeku dirumah.kenapa bus mertanadi jadi berubah rutenya begini?
Ah sial.
Sekarang aku terdampar disini.yah benar terdampar.tak ada angkutan disini.sama sekali tak ada.yg ada hanya sunyi karena rumah penduduk berhalaman luas sekali,tak kurang 10m2.jalanan hanya menadapat penerangan dari rumah penduduk yang halamanya luas tadi.tak terlihat aktvtas penduduk.pintu rumah memang terbuka tapi ya cuma begitu saja rumah berdiam tanpa ada canda tawa penduduk.
Tambahan lagi,hp ku mati.ah komplet sudah pendrtaanku kini.

Oya,agus.aku hrus kerumah agus.agus teman smpku yg rumahnya di mbuloh ini.aku lalu berjalan kearah rumahnya.lampu rumah menyala terang.kupikir pasti dy dirumah.dan ternyata setelah berkali kali mengetuk dan mengucap assalamualaikum rumah tetap diam.rasanya rumah ini jg turut berkonspirasi,agus juga.
Ah aku jd frustasi.sudah jam 8.15 malam.ah ini gila,aku tak tau lg harus berbuat apa.aku tak punya teman lg yg akrab di mbuloh.dan inilah diriku yg malang,dipinggir jalan diejek rumput dan kebun karet,di takut takuti2 oleh angin,di musuhi bulan dan yg pasti diacuhkan motor-motor yang sesekali lewat.
Baiklah kalo begini caranya aku akan mengeluarkan jurus pamungkasku,jurus seribu bayangan.ah bukan bukan,maksudku jurus tak tau malu yg sudah kulatih sejak lama.semoga ini berhasil.

………..


3 thoughts on “27 jam (IV)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s