27 jam (II-III)

Aku sampai di pul bus mertanadi -armada bus yg melayani perjalanan dr b.lampung ke bahuga(nama kampungku) – jam 9 pagi.untuk kawan kawan ketahui bus ini melayani rute b.lampung-bhuga tiap harinya berangkat jam 12 siang.artinya aku harus menunggu (baca=lopa lopo) di tempat ini 3 jam.
Biasanya aku mampir ke rumah kawanku dulu sembari menunggu bus ini.disana aku di jamu bak raja,makan,ngemil,maen game,internetan,belum lagi adeknya yg super unik itu.tapi kali ini kawanku yg satu ini sudah menjadi pejabat luar biasa sibuk di kalangan mahasiswa teknik unj sana.jadilah ia tak punya kesempatan liburan panjang seperti aku ini.
Akirnya bus berangkat juga jam setengah 1.terlambt setengah jam tak apalah.bus ini dari luar tak ubahnya metromini.tapi entah mengapa ketika didalam bus rasa hatiku nyaman,mesinya kurasa mantap,pokoknya enaklah.mungkin ini cuma sugesti akibat semakin dekat aku ke kampungku,senang.
Bus melaju dengan kencang,serius.bus ini memang lumayan tergolong ugal ugalan, tp tak ngeri sedikitpun aku di dalam nya.
Melewati kota b.lampung,lalu natar,bandar jaya ah semuanya masih sama saja.setaun gak pulang tapi gak ada perubahan.di bandar jaya,wanita berjilbab hitam duduk di sampingku.
Kau jagan mikir aneh2 dulu.banyak kawan-kawan ku bilang jika dalam perjalanan carilah kenalan buat ngobrol kalo bisa cewek biar perjalananmu tak membosankan.aku sempat berfikir untk melaksanakn ide itu tp aku memilih menutup muka ku dg jaket lalu tidur.bodoh.
Jika waktu itu,temanku yg memberi saran tadi ada di situ pasti dy akan bilang,
“dasar bodoh kau!!,ada ikan asin disampingmu kau tak mau mengendus,kucing macam apa kau ini”.

halah Kucing kucing apa aku bukan kucing.biar sajalah,bagiku wanita memang mengerikan jika dipersepsikan untuk hal hal macam ini.maksudku,aku bisa bersikap biasa pada wanita untuk hubungan biasa.aku sangat bisa untuk itu.tapi kalo untuk,
“hai,namamu siapa?kamu cantik deh”

ah,sebelum lidahku mengucap itu,wanita tadi sekonyong konyong berubah jadi monster mengerikan.

Setelah melewati kotabumi,tak ada lagi kota yg benar-benar besar (untuk ukuran kota di lampung).selanjutanya defnisi kota adalah daerah yg ada trotoar dan ada indomart.didepan rumah penduduk dijemur kopi.berat sekali sepertinya hidup disini.mengerikan.maksudku,mengerikan sekali aku yg tak punya mental untuk itu,untuk berkebun kopi,teh,sawit lada,kelapa untuk kopra.tak punya sama sekali.pamanku pernah bilang,

“kamu emang g bs buat hdp macam orang-orang disini,ya sudah sana belajar yang giat.kamu itu seharusnya berpena bukan berkebun.”

Rasanya paman memang benar, tapi sayangnya aku tak kunjung belajar dengan giat.jadilah aku kebingungan akan hidupku kelak.

Diperjalan aku melihat sumur di tengah hutan baru dibuka dengan di bakar.nampak 2 ibu menimba air disitu.
Ah yg benar saja mereka mau mandi disitu,di tempat yg terbuka,dipinggir jalan lintas sumatra.
Aduh aduh kekonyolan lg.
Ada lg,rumah dg temboknya bertuliskan
“welcome to
best came”

-tiktok tiktok tiktok-
ha ha,ngakak dalam hati sambil guling guling aku.

Menjelang bukit kemuning cewek berjilbab tadi tiba tiba tanya pada ku
“kuliah dmana?”
hah,what,hah.
Pembukaan percakapan yang menurutku tak lazim tapi ku jawab saja.
“UNJ” ku jawab.
“oh,kalo aku di akbid bandar jaya”
ah apa benar “oh”nya td pertanda dy tau UNJ itu apa?dmana?.untuk orang jakarta saja tak semua orang tau apa?dimana? Univ yg dengan bangga menempati peringkat 50 nasional ini.
Percakapan kami berlanjut,ia ternyta mahasiswa akbid swasta di bandarjaya semester 4 dan ia adalah temenya temen smp ku.jd ya sudahlah percakapan itu berlanjut.

“pake no hp apa?” tanya nya smbl mengeluarkan hpnya
“im3” polos saja ku jawab.aku bener benar polos.
“neh tulis” menyodorkan hp nya
dan aku menurut saja begitu kutulis no hp ku yg sebenarnya.
Hah,

1.kenapa aku seperti merpati yg nurut ama tuanya yg agung?
2.tunggu tunggu,bukankah seharusnya yg melakukn hal ini adalah lelaki?maksudku,lelakilah yg biasanya lebih agresif (baca=kegenita)?
Bersambung…


8 thoughts on “27 jam (II-III)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s