bajaj love story I

saat bertemu langsung untk yg pertamakali,hampir semua indera ku tersakiti.dy tak punya ke elo kan rupa sama sekali,suarnya memekakan telinga dan gas buangnya itu loh,anda takan pernah benar2 tau baunya jika belum menciumnya sendiri.
Aku tak suka dg mu atau lebh tepatnya lg,aku membencimu.

Kalo cuma menilai fisik,ini seperti tak adil.apa lg mengingat fisiku jg ancur.nanti aku bs kualat.alasanku membencimu jg karena perilakumu yg setauku dulu sangat menyeblkn.antaralain,hanya tuhan dan dirimulah yg tau kau mau belok kemana,kau tak ber lampu sen.kau sering srobot sono sini.menyeblkan.

Suatu hari,aku berjalan menuju kampus,menyebrang jalan pd suatu perempatan dan kau yg mulanya searah dg ku tiba tiba berbelok kiri memotong langkahku,almost that incident happen.dan yg lebh menyeblkan lg,arah kiri td adalah one way.itu berarti kau melawan arus.sikapmu menyeblkn,rupamu mengerikan.apa lg alasan untk aku tdk membencimu?

Sebelumnya aku jg pernah menaikimu.dan kau,semena mena memberi harga yg mahal pd ku yg awam jakarta.aku tak tau,bhkan seberapa jauh tempat tujuanku dulu aku jg tak tau.karena itulah aku tetap membyarmu.tp begitu aku tau bgaimana harga yg seharusnya,aku jd tau kau ternyata tak baik.

Kau jelek,kau tukang nyrempet dan kau tak baik.maka aku sejak itu memutuskan memusuhimu,tak sudi aku menaikimu lg.

seperti cerita cerita di ftv saja,awalnya benci akhirny malah jd cinta setengah gila.norak sekali.tp biar saja norak begitu.kadang norak lebh indah jika di biarkan.kau bajaj yg dulu teramat ku benci,kini aku,bukan jth cinta,tp sebenarnya lebih kearah “respect”.bgtlah aku skrng bersikap padamu.
Ini karena kau memang pantas dpt respect.
Aku tak akan pernah lupa jasamu yg dulu itu.ingat tdk,di tengah malam jakarta yg mengerikan,ada seorang kampung seperti aku kebingungan mencri angkutan menuju kostan dr cempaka mas ke rawangun.wakt itu aku br kembli dr kampungku.kemacetan luar biasa,busway kalideres-pulogadung di daerah daan mogot dan sekitarnya membuat aku br sampai shelter cempaka mas jam 11 malem.
Aku keluar dr shelter busway,mlengos saja dg mu.aku mengacuhkanmu yg telah ramah menawarkan jasa antar.aku mematung saja,tak bilang iya juga tak bilang tidak.aku angkuh sekali ketika itu.aku msh berharap ada metro 47,atau metro
03 yg lewat.bodoh sekali aku,sampai stngah 12 aku mematung.hampir saja aku mau taksi raja,kalo saja aku tak ingat obrolan penumpang busway td tentang krminal yg terjdi di taksi.mengerikan.lg lg kau dtng menawariku lg.jujur,aku sebenarnya secra terang dan jelas melihat ketulusan dr matamu ketika itu.tp kesmbngan,gengsi dan keputusanku untk memusuhimu rasanya menahanku kuat kuat untk mengakui,kau ternyata baik.

Akirnya aku menyerah,aku memutskn untk menerima jasamu yg sebentar lg ku tau adalah jasa yg sngat baik dan hangat.aku mls menawar2 lg.harga yg kau ajukan langsung saja ku iyakan.8 rb.itu ongkosnya katamu.
Aku ,dg sdkt mash menelan gengsiku, naik dan berharap ini segera berakhir.aku ingn segera turun.

Kau mulai mengajak ngobrol dg ku.
Kau bertanya aku dr mana,dan lainya.setelah kau tau aku dr kampung,kau dg antsias cerita tntng dirimu,kau yg ternyata jg perantau,berusaha mati matian memperpanjang nafas di himpitan jakarta dg bajaj.kau bilang,ini jg tak enak.berulangkali terancm dimusnahkan pemerintah,tak boleh lewat sini,tak boleh lewat situ dan bnyk lg tindakan intimidasi yg kau terima.tp mau bgaimana lg,kalau sudah tentang memperpanjang nafas,kau harus melakukanya.kau bilang,kau cuma punya bajaj.yah,ini memang jelek,buruk,berisik atau apapun terserah penilaian tentang bajaj,tp kau bilang,ini adalah nafas kami,adalah masa depan anak kami dan inilah harapan yg kami punya.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s