SUPERVISI PENDIDIKAN

Supervisi pendidikan sebenarnya adalah pemberian bantuan kepada guru agar dapat meningkatkan kualitas pendidikan.Banyak yang mengartikan supervisi sebagai pengawasan.Hal ini tentu kurang tepat.supervisi bukanlah mengawasi melainkan memberi konsultasi dan turut memberi solusi atas keadaan guru dilapangan.Supervisi diartikan sebagai :

serangkaian usaha pemberian bantuan kepada guru dalam bentuk layanan profesional yang diberikan oleh supervisor ( Pengawas sekolah, kepala sekolah, dan pembina lainnya) guna meningkatkan mutu proses dan hasil belajar mengajar.

Langkah-langkah seorang supervisor adalah :

Pengamatan : pengamatan ini merupakan kegiatan pengumpulan data.Supervisor mengamati mengenai bagaimana keadaan di lapangan dan melakukan pencatatan.

Evaluation atau penilaian,Disini lah ditentukan apakah sebuah sekolah itu baik atau kurang baik berdasar pada data yang didapat dari kegiatan pengamatan.

Improvement :mengadakan perbaikan

Assiatance :memberikan bantuan dan bimbingan

Menurut keputusan mentri pendidikan dan kebudayaan nomor 0134/0/1977, temasuk kategori supervisor dalam pendidikan adalah kepala sekolah, penelik sekolah, dan para pengawas ditingkatkan kabupaten/kotamadya, serta staf di kantor bidang yang ada di tiap provinsi.

Salah satu tugas pengawas dengan perincian sebagai berikut :

“mangendalikan pelaksanaan kurikulum meliputi isi, metode penyajian, penggunaan alat perlengkapan dan penilaian agar sesuai dengan ketentuan dan peraturan perudangan yang berlaku”.
Pada rambu-rambu penilaian kinerja kepala sekolah (SD), dirjen dikdasmen tahun 2000 sebagai berikut :

1. kemampuan menyusun program supervisi pendidikan

2. kemampuan malaksanakan program supervisi pendidikan

3. kemampuan memanfaatkan hasil supervise

pada dasarnya tugas pokok kepala sekolah adalah menilai dan membina penyelenggaraan pembelajaran di sekolah. Dengan kata lain salah satu tugas kepala sekolah sebagai pembinaan yang dilakuakan memberikan arahan, contoh dalam proses pembelajaran di sekolah. Berarti bahwa kepala sekolah merupakan supervisor yang bertugas melaksanakan supervisi pembelajaran.

Super visi dapat berupa :
A. Observasi kelas
Jenis supervisi ini dilaksanakan dengan mengunjungi langsung dan melihat proses belajar di sekolah.Supervaisor dapat datang tanpa pemberitahuan,atau dengan pemberitahuan serta bisa juga karena diundang oleh sekolah yang bersangkutan.Observasi dilakukan dalam klas tanpa mengganggu kegiatan belajar.Bahkan ketika guru melakukan kesalahan, supervaisor tidak diperkenankan menegur guru saat itu.Yang super vaisor lakukan adlah mencatat dan memberi kesempatan kepada guru untuk melakukan pembelajaran sebagaimana kelas biasanya.Setalh itu, catatan dari supervaisor didiskusikan lalu dibuat kesepakatan bersama mengenai perbaikan yang perlu dilakukan.

B. Saling mengunjungi

Dalam kegiatan belajar mengajar sudah ada wadah dari kegiatan untuk menambah pengetahuan dan meningkatkan kemampuan pembelajaran guru-guru antara lain :

1. untuk tingkat SMP dan SMA adalah musyawarah guru mata pelajaran (MGMP)

2. untuk tingkat Sekolah Dasar adalah Pusat kegiatan guru (PKG)

C. Domonstrasi mengajar

Dalam kegiatan pembelajaran sangat sukar menentukan mana yang benar dalam praktek mengajar karena mengajar menurut Siswoyo (1997) sebagai seni dan filusuf. Menurut pendapat diatas mengajar dalam pekerjaan disekolah bukan pekerjaan yang mudah, sehingga kepala sekolah dalam demonstrasi pembelajaran tidak perlu mengakui kelemahan dan perlu mencarikan ahli yang dapat memberikan gambaran tentang pembelajaran yang baik

D. Supervisi klinis

Supervisi klinis termasuk bagian dari supervisi pengajaran. Perbedaannya dengan supervisi yang lain adalah prosedur pelaksanaannya ditekankan kepada mencari sebab-sebab atau kelemahan yang terjadi dalam proses pembelajaran dan kemudian langsung diusahkan perbaikan kekurangan dan kelemahan tersebut.
E. Kaji tindak

Fokos utama kajia tindak adalah mendorong para prektisi untuk meneliti dan terlibat dalam praktik penelitiannya sendiri. Hasil penelitiannya dipakai sendiri oleh peneliti dan orang lain yang membutuhkan

Menurut kemmi (1995), kaji tindak dirumuskan dalam empat tahap yaitu : tahap perencanaan, tahap aksi atau pelaksanaan tindakan, tahap pengamatan, tahap evaluasi danrefleksi/umpan balik.

Laporan hasil penelitian kaji tindak terdiri dari :

1. gagasan umum
2. perumusan masalah
3. perencanaan penelitian kaji tindak
4. pelaksanaan penelitian kaji tindak
5. monitoring
6. evaluasi dan refleksi
7. saran dan rekomendasi

Daftar Pustaka
http://applikasi.wordpress.com/2008/06/06/arti-supervisi-pendidikan/
http://www.stainlangsa.ac.id/jurnal/tarbawi/114-supervisi-pendidikan-suatu-konsep-pendidikan-yang-berkelanjutan


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s